Yasta Fashion JournalLihat Produk
Kesehatan Anak & Keluarga

Kaki Anak Lecet setelah Latihan atau Lomba: Perawatan Dasar di Rumah dan Tanda yang Perlu Diperiksakan

Panduan praktis bagi orang tua untuk menangani lecet atau lepuh pada kaki anak setelah latihan upacara, olahraga, dan lomba—mulai dari menghentikan gesekan hingga mengenali tanda yang perlu diperiksakan.

Editorial Yasta Fashion · 25 Aug 2026

Latihan upacara, lomba olahraga, atau kegiatan jalan baris-berbaris menjelang 17 Agustus dapat membuat kaki anak lebih sering bergesekan dengan sepatu dan kaus kaki. Akibatnya, tumit, jari kaki, atau telapak kaki bisa terasa perih, kemerahan, lecet, bahkan muncul lepuh berisi cairan. Kondisi ini sering berkaitan dengan gesekan berulang, kaki yang berkeringat atau lembap, kaus kaki yang berkerut, serta sepatu yang terlalu sempit, terlalu longgar, atau masih kaku.

Langkah pertama di rumah bukan memaksa anak tetap berlatih, melainkan mengurangi sumber gesekan dan membuat area kaki tetap nyaman, bersih, serta terlindungi. Namun, orang tua juga perlu mengenali batasnya: lecet yang tampak makin meradang atau membuat anak sulit berjalan sebaiknya dinilai oleh tenaga kesehatan.

Kenali lecet akibat gesekan pada kaki anak

Lecet karena gesekan dapat tampak sebagai kulit memerah dan terasa nyeri saat disentuh, kulit terkelupas, atau lepuh kecil berisi cairan. Lepuh merupakan respons perlindungan kulit terhadap iritasi atau tekanan. Sepatu yang tidak pas, bagian dalam sepatu yang kasar, benda kecil di dalam sepatu, serta kaus kaki yang lembap dapat memperbesar risiko terjadinya lepuh. (nhs.uk)

Walau sering terjadi setelah aktivitas yang padat, tidak semua keluhan kaki anak otomatis merupakan lecet biasa. Bila ada ruam yang gatal, luka di beberapa bagian tubuh, atau keluhan yang muncul tanpa riwayat gesekan, jangan langsung menyimpulkannya sebagai akibat sepatu. Perhatikan perkembangannya dan pertimbangkan konsultasi jika orang tua ragu.

Perawatan dasar di rumah: fokus pada nyaman, bersih, dan terlindungi

Perawatan berikut bersifat edukasi umum untuk lecet ringan akibat gesekan. Tujuannya adalah mengurangi iritasi lanjutan dan membantu orang tua memantau kondisi kulit anak.

  1. Hentikan dulu pemicu gesekan. Istirahatkan kaki dari sepatu atau aktivitas yang menimbulkan nyeri sampai area tersebut lebih nyaman. Bila latihan masih berlangsung beberapa hari, komunikasikan dengan guru, pelatih, atau pendamping agar aktivitas anak dapat disesuaikan sementara.
  2. Bersihkan dengan lembut. Cuci tangan sebelum menyentuh area lecet. Bersihkan kulit secara perlahan, lalu keringkan dengan cara ditepuk menggunakan kain atau handuk bersih—bukan digosok. Menjaga lepuh tetap bersih dan mengeringkan kulit dengan lembut merupakan langkah dasar untuk mengurangi risiko iritasi lebih lanjut. (nhs.uk)
  3. Jangan sengaja memecahkan lepuh. Bila lepuh masih utuh, hindari menusuk atau mengelupas kulit penutupnya sendiri. Kulit tersebut membantu melindungi jaringan di bawahnya. (nhs.uk)
  4. Lindungi dari gesekan berikutnya. Area yang lecet dapat ditutup dengan plester lembut atau balutan pelindung yang bersih agar tidak terus bergesekan dengan kaus kaki dan sepatu. Pastikan balutan tetap bersih dan tidak membuat area menjadi lembap berlebihan. (nhs.uk)
  5. Jaga kaki tetap kering. Setelah anak berkeringat, gantilah kaus kaki dengan yang bersih dan kering. Jangan biarkan anak memakai kembali kaus kaki lembap setelah latihan, terutama bila kulit sudah mulai terasa perih.
Jika lepuh sudah pecah sendiri, jangan mengupas sisa kulitnya. Bersihkan dengan lembut, keringkan, lindungi dengan balutan bersih, dan pantau perubahan pada area tersebut. (nhs.uk)

Contoh praktis setelah latihan upacara atau lomba

Misalnya, anak pulang latihan dengan tumit memerah dan perih saat melepas sepatu. Setelah anak beristirahat, periksa kedua kaki di tempat yang terang. Lihat apakah ada kulit terkelupas, lepuh, kaus kaki yang basah, atau bagian sepatu yang terasa kasar. Bersihkan area yang teriritasi secara lembut, keringkan, lalu gunakan pelindung yang bersih bila diperlukan agar tumit tidak terus bergesekan.

Untuk latihan berikutnya, pilih kaus kaki yang ukurannya pas dan tidak mudah melorot atau berkerut. Periksa bagian dalam sepatu: pastikan tidak ada kerikil, lipatan alas sepatu, jahitan yang menonjol, atau bagian yang rusak. Jika sepatu baru masih kaku, jangan langsung digunakan untuk latihan panjang; beri waktu pemakaian bertahap agar anak dapat mengetahui titik yang terasa menekan atau menggesek.

Mencegah kaki anak lecet pada aktivitas berikutnya

Tanda yang perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan

Segera hubungi atau periksakan anak ke dokter, klinik, atau puskesmas bila muncul salah satu tanda berikut:

Kemerahan, nyeri, bengkak, rasa hangat, dan keluarnya nanah dapat menjadi tanda infeksi kulit yang perlu dinilai tenaga kesehatan. CDC juga menganjurkan pertolongan medis segera bila area merah menyebar cepat atau disertai demam atau menggigil. (cdc.gov)

Penutup

Lecet kaki setelah latihan bukan tanda anak kurang kuat. Sering kali, ini adalah sinyal bahwa kulit sedang mengalami terlalu banyak gesekan atau kelembapan. Dengan menghentikan pemicu, membersihkan secara lembut, menjaga area tetap kering, dan memperbaiki kecocokan sepatu serta kaus kaki, orang tua dapat membantu anak kembali nyaman beraktivitas.

Sebelum latihan berikutnya, luangkan beberapa menit untuk mengecek kaki dan bagian dalam sepatu anak. Kebiasaan kecil ini dapat membantu latihan upacara atau lomba terasa lebih aman dan menyenangkan.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran tenaga kesehatan.

Sumber dan Referensi

Lihat produk resmi Yasta FashionTemukan manset, legging, dan setelan yang relevan dengan kebutuhan keluarga.Buka Katalog